Rabu, 07 Agustus 2019

Perlukah Mencuci Mobil Sehabis Kehujanan?

Salah satu hal yang paling tidak disukai oleh pemilik mobil adalah turunnya hujan sehabis mencuci mobil kesayangan. Meskipun mobil terkesan bersih , namun justru banyak kandungan pada air hujan yang menempel pada bodi mobil.

Sayangnya, banyak pemilik mobil yang malas mencuci kembali kendaraannya sehabis diguyur hujan. Hal ini tentunya dapat memengaruhi kondisi mobil terutama pada bagian bodi.

Dilansir nissan.co.id, terdapat beragam kandungan pada air hujan yang dapat berpengaruh buruk pada mobil. Berapa kandungan tersebut adalah garam, polusi, kotoran halus dan asam.

Berbagai kandungan tersebut dapat menimbulkan potensi munculnya karat pada bodi mobil. Selain itu, air yang lama menempel pada bodi juga dapat menyebabkan pudarnya cat mobil. Kaca mobil juga tak luput dari dampak air hujan, air yang tidak cepat dibersihkan dapat meningkatkan potensi tumbuhnya jamur yang bisa mengganggu pandangan.

Hindari Menggosok dengan Lap
Setelah mengetahui dampak-dampak di atas, mencuci mobil setelah terkena hujan adalah langkah yang tepat untuk menjaga kondisi kendaraan tetap prima.

Saat membersihkan bodi mobil, hindari untuk langsung menggosok dengan lap. Kandungan garam dan kotoran halus berpotensi untuk menyebabkan goresan pada cat mobil.

Semprot mobil dengan air bertekanan tinggi untuk menghilangkan kotoran dan kandungan yang menempel pada mobil. Lakukan penyiraman secara merata pada seluruh bagian termasuk kolong mobil. Setelah itu, apabila memiliki waktu luang cuci mobil dengan sabun khusus. Bila tidak sempat, cukup mengelap seluruh bagian mobil dengan lap hingga tidak ada air yang tertinggal.

Penulis: Khema Aryaputra

Perlukah Mencuci Mobil Sehabis Kehujanan?

Senin, 05 Agustus 2019

Yuk Berkinjung Ke Pantai Cacalan

Pantai Cacalan berlokasi di Timur Pulau Jawa, Banyuwangi.  Sobat Pesona mungkin sudah sering dengar beberapa pantai indah di wilayah itu, di antaranya Pantai Pasir Ireng, Pantai Pulau Merah hingga G-Land yang selalu menjadi incaran wisatawan.
Nah, ada satu lagi pantai yang tak kalah indah, yaitu Cacalan di Sukowidi. Jarak ke Pantai Cacalan cukup dekat, hanya 5 kilometer dari Banyuwangi. Pantai ini juga berdekatan dengan Pelabuhan Ketapang, sekitar satu kilometer saja.
Saat menuju ke Pantai Cacalan, Sobat Pesona akan melewati Lundin Industry, perusahaan yang memproduksi kapal militer berbasis teknologi Swedia.
Pantai Cacalan mulai ramai dikunjungi sejak 2016. Wisatawan mulai beralih dari Pantai Boom karena area lepas pantai tersebut ditutup untuk dibangun menjadi pelabuhan kapal pesiar.
Sejak saat itu, Pantai Cacalan terus dipercantik dan ditambahkan berbagai fasilitas.
Menurut cerita masyarakat, nama "cacalan" ada banyak versi.
Dulu, daerah ini banyak ditumbuhi pohon jajang atau bambu. Saat mulai dilirik wisatawan, pantai ini sedikit demi sedikit dibersihkan oleh masyarakat sekitar.
Mereka membersihkan area pantai dengan bantuan cangkul yang oleh masyarakat sekitar disebut "dicacal".
Sobat Pesona dapat menikmati keindahan Selat Bali dari lepas Pantai Cacalan. Di sana, kita bisa bermain di bibir pantai sambil menikmati debur ombak yang tenang.
Jika ingin ke tengah laut, Sobat Pesona bisa menyewa perahu. Perahu ini juga bisa membawa wisatawan menyeberang ke Pulau Santen dan Pantai Boom. Saat air surut, Sobat Pesona bisa menikmati hamparan bebatuan yang ditumbuhi rumput laut.
Pantai Cacalan sendiri dibagi menjadi dua area. Area pertama seluas 1,2 hektare yang berada di sepanjang garis pantai. Sedangkan 2,2 hektare lainnya dibangun oleh pemerintah setempat menjadi area bermain, restoran serta tempat beristirahat.
Jika ingin merasakan pengalaman yang berbeda, Sobat Pesona bisa berburu sunrise di Pantai Cacalan. Posisinya yang menghadap ke Timur dan Utara sangat cocok untuk menyaksikan sunsrise.
Waktu yang paling pas untuk menyaksikan sunrise di Pantai Cacalan adalah pukul 4.30 pagi. Wah, tak salah memang Banyuwangi diberi julukan The Sunrie of Java karena pantai-pantainya selalu memberikan pemandangan sunrise yang mempesona.

Yuk Berkinjung Ke Pantai Cacalan

Kamis, 01 Agustus 2019

4 Pantai di Banyuwangi Yang Harus Kamu Kunjungi

Banyuwangi, sebuah Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini menyimpan banyak pesona.
Tak cuma soal budaya yang dikenal, seperti Suku Osing, Tari Gandrung, hingga ke karnaval Banyuwangi Ethno Carnival-nya saja. Di Banyuwangi juga terdapat pantai-pantai indah yang layak untuk kita kunjungi.
Bahkan beberapa di antaranya sudah diakui dunia, sebagai tempat berselancar terbaik di Pulau Jawa.
Nah, berikut ini adalah empat pantai indah di Banyuwangi yang harus Sobat Pesona kunjungi:
Pantai Merah
Pantai Pulau Merah berada di ujung selatan Banyuwangi. Lalu, kenapa diberi nama Pulau Merah?
Jawabannya ada pada bukit kecil yang berada di tengah laut. Menurut masyarakat sekitar, tanah yang berada di bukit kecil itu, berwarna merah. Namun, karena banyaknya pohon, tidak terlihat persis warna merah di bukit itu.
Pantai di Pulau Merah sering memancarkan warna merah ketika sore hari. Ini karena pasir basah yang terkena pancaran sinar matahari.
Ombaknya yang indah dan aman digunakan untuk menikmati air laut, membuat surfer dari mancanegara atau pun domestik, menguji kemampuannya dalam menaklukkan ombak-ombak tersebut.
Teluk Hijau
Teluk Hijau atau kerap dikenal Green Bay ini menawarkan teluk yang dikelilingi hijaunya hutan, dengan pasir putih serta air laut berwarna kehijauan. Warna air laut yang berwarna hijau ini disebabkan alga yang tumbuh di dasarnya.
Dulu, teluk itu hanya bisa dinikmati dari jauh oleh wisatawan yang mengunjungi Taman Nasional Meru Betiri menuju Pantai Sukamade. Kini, kita bisa langsung menginjakkan kaki di pasir pantai yang lembut ini, meskipun harus menempuh perjalanan yang cukup melelahkan.
Saat menjejakkan kaki di area pantai Teluk Hijau, kita akan merasakan sendiri pasir putih yang sangat lembut, seperti berjalan di atas tepung. Di sini kita bisa berenang bahkan snorkeling dengan cukup aman. Apalagi panorama sekitar pantai yang sepi dikelilingi rimbunnya hutan membuat kita betah berlama-lama di pantai ini.
Pantai Bama
Sebagian besar area pantai Bama masih termasuk dalam area konservasi di Taman Nasional Baluran, terutama di bagian hutan mangrove yang sangat rimbun dan terjaga.
Di area pantai Bama terdapat area hutan mangrove di sisi kanan pantai, untuk menikmatinya kita cukup berjalan di dek kayu yang berada di tengah jajaran mangrove teduh dan hijau segar. Jalur mangrove ini akan berujung ke sebuah dermaga yang menjorok ke laut dengan pemandangan yang menakjubkan.
Menyusuri pantai Bama tidak lengkap tanpa berhenti di spot-spot Instagenik di sepanjang garis pantai. Ada ayunan yang tergantung di pohon, ranting besar yang teronggok layaknya kursi dan jembatan kayu. Bersiaplah juga mendapat “teman baru” di sini. Berbagai jenis kera yang aktif mencari kepiting mungkin akan mencoba berkenalan juga dengan Sobat Pesona.
Pantai Sukamade
Pantai Sukamade berjarak sekitar 97 kilometer (km) dari pusat Kota Banyuwangi, tepatnya di wilayah Dusun Sukamade, Desa Barongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.
Pantai tersebut bisa ditempuh sekitar 5 jam perjalanan dengan akses jalan yang cukup ekstrem dan memacu adrenalin.
Pantai Sukamade dikenal sebagai tempat penangkaran penyu di Banyuwangi, dan masuk ke kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Sudah ribuan tahun Pantai Sukamade menjadi tempat berkembang biaknya penyu. Bahkan, penyu yang berasal dari Samudera Pasifik dan Samudra Hindia juga bisa ditemukan di pantai ini.
Hal itu tidak lepas dari lokasi pantai Sukamade yang terpencil, sehingga penyu-penyu bisa bertelur dengan aman, habitatnya terjaga, dan minim gangguan manusia.

4 Pantai di Banyuwangi Yang Harus Kamu Kunjungi