Jumat, 15 Februari 2019

Jangan Biasakan Melakukan Kegiatan Ini, Berbahaya

Kebiasaan membunyikan anggota tubuh mungkin menjadi kebiasaan yang menyenangkan, terutama saat sedang pegal-pegal. Anggota tubuh yang biasa dibunyikan adalah bagian yang memiliki sendi, seperti jari tangan atau leher.

Ternyata, kebiasaan ini bisa berbahaya bagi kesehatan. Rasa pegal yang hilang dari membunyikan leher ini hanya berlaku untuk waktu yang singkat. Di baliknya, akan terdapat banyak konsekuensi jangka panjang jika Anda kerap melakukan hal ini.

Melansir dari Mirro, bunyi yang dihasilkan dari leher sebenarnya disebabkan oleh pemisahan sementara permukaan sendi yang menyebabkan udara masuk sehingga gelembungnya dapat meletus ketika bagian sendi terputar.

Meskipun pemisahan permukaan sendi bersifat sementara, membunyikan leher tetap dapat menyebabkan sobekan kecil pada arteri. Hal ini akan berisiko membentuk gumpalan darah.

Gumpalan ini dapat mengalir ke seluruh peredaran darah di tubuh tanpa bisa dikontrol. Akibatnya, gumpalan dapat berkelana dan berdiam hingga mengadang jalur aliran darah normal, terutama di bagian leher.

Di leher, terdapat gabungan dua arteri utama yang biasa disebut arteri vertebral. Gabungan ini akan membentuk arteri basilar yang berfungsi untuk mengalirkan darah ke otak bagian belakang. Jika penghambatan ini sampai ke aliran darah ini, risiko yang dapat terjadi adalah terkena stroke.

Melemahkan Ligamen

Meskipun tidak semua kejadian pembunyian leher berdampak pada stroke, tapi hal ini dengan jelas akan melemahkan ligamen. Bagaimana tidak, sobekan sementara dan masuknya udara dapat mengendorkan kekuatannya.

Ligamen yang ada berfungsi untuk menyatukan tulang leher dan tulang punggung. Tak hanya itu, jaringan ikat pada sendi ini juga memudahkan perputaran dan gerakan lainnya pada leher.

Jika kekuatan pada ligamen semakin longgar, cidera dapat semakin rentan terjadi. Beberapa cedera yang dapat dialami adalah osteoartritis atau munculnya tonjolan tulang pada permukaan sendi.

Ligamen yang lemah juga dapat mengganggu produksi cairan sendi. Hal ini akhirnya berdampak pada terbatasnya pergerakan sendi secara permanen. (Novi Thedora)

Jangan Biasakan Melakukan Kegiatan Ini, Berbahaya

Senin, 04 Februari 2019

Cara Mengatasi Laptop Anda Yang Lemot

Saat ini banyak orang meninggalkan perangkat PC atau komputer desktop mereka dan mulai beralih ke laptop yang dinilai lebih praktis dan compact.

Walaupun begitu, laptop pun juga nggak lepas dari berbagai permasalahan. Salah satunya adalah laptop lambat setelah sekian lama digunakan.

Mau performa laptop kamu tetap ngebut? Nah, pada artikel ini Jaka punya ulasan penyebab laptop lemot dan cara mengatasi laptop lemot yang bisa kamu praktikkan dengan mudah, geng.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kenapa laptop lemot, bahkan saat sedang tidak melakukan aktivitas sekalipun.

Sebelum membahas cara mengatasinya, ada baiknya kamu ketahui dulu akar permasalahannya yang sudah Jaka ulas pada poin-poin sebagai berikut.

Terlalu banyak startup programs alias software yang berjalan di background secara otomatis saat kamu menyalakan laptop. Semakin banyak software, maka makin lambat laptop saat booting.
Usia harddisk sudah terlalu tua. Semakin tua tipe HDD tentu juga akan memengaruhi performa laptop secara keseluruhan.

Bahkan mungkin tanpa aplikasi atau install ulang sekalipun, kamu tinggal ikuti beberapa metode memperbaiki laptop lemot yang bakal Jaka ulas selengkapnya di bawah ini!

1. Mengganti Harddisk (HDD) dengan SSD

Jika ternyata permasalahan datang dari harddisk (HDD), langkah awal yang bisa kamu lakukan adalah melakukan proses defrag untuk menyegarkan kembali performanya.

Kalau cara ini ternyata masih kurang ampuh, kamu juga bisa mengganti ke HDD yang lebih baru atau menggunakan Solid State Drive (SSD) yang punya performa lebih kencang.

Perbedaan HDD dan SSD selain performanya tentu akan membuat proses booting menjadi lebih cepat dan responsif.

Sangat disarankan untuk menggunakan SSD hanya untuk memuat sistem operasi saja, karena ukurannya yang saat ini terbilang kecil dan harganya yang juga cukup mahal dibanding HDD loh.

2. Melakukan Upgrade Kapasitas RAM

Selain melakukan upgrade pada HDD, kamu juga bisa melakukan penambahan kapasitas RAM pada laptop yang kamu miliki.

Umumnya pabrikan laptop akan membekali laptop kamu dengan kapasitas RAM berkisar antara 2-4GB. Padahal untuk menjalankan software saat ini membutuhkan setidaknya RAM 8GB, geng.

Di sini kamu bisa menambahkan RAM pada slot yang tersedia. Namun sebelumnya, pastikan tipe RAM (DIMM atau SODIMM), kapasitas, dan kecepatannnya ya!

3. Melakukan Perawatan Hardware Secara Rutin

Sangat banyak orang yang terkadang melupakan hal penting yang satu ini, geng.

Ternyata agar performa laptop bisa tetap ngebut, kamu perlu sesekali melakukan perawatan hardware. Setidaknya kamu harus melakukan ini minimal setahun sekali loh.

Lakukan pembersihan mulai dari kipas, motherboard, hingga penggantian thermal paste pada bagian prosesor laptop.

4. Pakai Aksesori Pendukung Laptop

Laptop yang overheat juga memengaruhi kinerja dan performa. Di sini kamu bisa menambahkan aksesori misalnya cooling pad atau kipas tambahan agar suhu laptop tetap terjaga.

Selain itu kamu juga bisa menggunakan vacuum cooler yang juga bisa menyedot udara panas keluar yang fungsinya juga sama-sama untuk menjaga suhu laptop agar tetap dingin.

5. Melakukan Full Scan dengan Software Antivirus

Kemudian hal paling umum yang biasa menyebabkan laptop lambat adalah virus dan malware.

Virus biasanya akan membuat kinerja laptop menjadi lebih ekstra sehingga akan terasa lemot saat kamu gunakan. Salah satu solusi permasalahan ini tentu adalah dengan software antivirus terbaik.

Banyak rekomendasi software antivirus laptop yang bisa digunakan. Nah, Jaka juga sarankan untuk melakukan full scan secara rutin minimal seminggu sekali.

Seperti diulas pada bagian penyebab laptop lemot sebelumnya, jangan lupa untuk mematikan fitur automatic scan agar antivirus tidak berjalan di background kamu ya!

6. Uninstall Software yang Tidak Diperlukan

Saat menggunakan laptop, Jaka yakin pasti kamu sudah install banyak software hingga nggak terhitung jumlahnya, kan? Kenyataannya banyak dari software tersebut yang jarang kamu pakai.

Agar laptop bekerja optimal, lakukan uninstall software yang tidak diperlukan tersebut, geng.

Di sini kamu bisa menggunakan menu bawaan Windows yang terdapat pada Settings atau menggunakan software uninstaller, seperti CCleaner dan lainnya.

7. Gunakan Software Versi Lama

Eits, jangan pernah gengsi buat pakai software lama loh! Pasalnya Jaka akui sendiri, update software terbaru walau memberikan banyak fitur, namun bisa saja membebankan pada perangkatmu.

Sebagai solusinya kamu bisa untuk meng-install software versi lama yang umumnya punya fitur esensial yang nggak jauh berbeda apabila dibanding versi update-nya.

Misalnya saja kamu bisa mendapatkan software Adobe Photoshop CS2 secara gratis, geng. Di mana untuk versi Photoshop CC terbaru kamu mesti berlangganan dan membayar tiap bulannya loh!

8. Gunakan Software untuk Mempercepat Kinerja (Booster)

Penggunaan yang kurang optimal bisa membuat kinerja laptop lambat dan terganggu. Makanya untuk mempermudah, kamu bisa meng-install software-software pendukung kinerja alias booster.

Banyak kok software yang bisa kamu coba, seperti CCleaner, Advance System Care, dan lainnya. Fungsi dari aplikasi tersebut terbilang mirip.

Di mana software booster akan melakukan optimalisasi, misal menghapus history browser, menghapus cookies dan cache, menghapus recycle bin, dan lainnya yang memengaruhi kinerja laptop.

9. Gunakan Sistem Operasi Desktop Ringan

Sumber foto: linuxinsider.com
Sudah jatuh cinta banget dalam memakai sistem operasi desktop yang satu ini?

Padahal salah satu yang sangat memengaruhi performa laptop adalah sistem operasinya sendiri. Walau terbilang sangat produktif, namun Windows tergolong cukup berat loh.

Nah, jika kamu menggunakan laptop dengan spesifikasi pas-pasan ada baiknya kamu beralih ke Linux OS. Salah satunya adalah Endless OS yang bisa kamu pakai secara gratis!

10. Install Ulang OS Windows

Jalan keluar terakhir untuk menyelesaikan permasalahan kamu adalah dengan melakukan install ulang Windows, geng.

Di sini juga untuk bisa mengetahui, apakah error disebabkan karena software atau hardware.

Untuk melakukan instalasi ulang OS Windows, Jaka sudah pernah ulas pada artikel sebelumnya. Caranya gampang dan kamu hanya cukup menggunakan flashdisk loh!

 Fanandi Prima Ratriansyah

Cara Mengatasi Laptop Anda Yang Lemot